Donnerstag, 27. Dezember 2012

Merry Christmas and Happy New Year

Wishing everybody had a wonderful christmas joy and will have soon a pleasant new year's celebration.

I'm so sorry that I couldn't post anything since my arrival in Indonesia, but li'l snips snaps from me:

  • I got a theme for my bachelor thesis at the university.
  • I have eaten a lot during this four days.
  • I got my belated birthday and christmas present, like I have been wishing: DSLR :D
  • I want to congratulate PSUMB officially through my blog for winning 3rd prize on Grand Prix Marching Band - first division (Divisi utama), 2nd prize on generall effect, 3rd on field music, 3rd on solo keyboard percussion (Greta) 
  • I went to 1st mass on christmas night
  • I have taken care of my grandma during these 2 days
Photos are to be uploaded as soon as I can.

Well, I actually want to make a kind of  flashback from 2012, but maybe later, home is a bit sucks without wifi :( Anyhow, it will be recaped shortly on the next tab, so just check it out ;)

I'll see you soon, vellas! Adios 2012 :)


Montag, 10. Dezember 2012

Greetings from The Vikings!

Looking back to my recent postings, I saw no photos at all. So I thought, this might be a good time for "photos talk" :) Enjoy.

Yesterday I went to Siegburger Weihnachtsmarkt. Not that big, but comfy and unique. The seller told to come from the viking time, you know, the time with no electricity and meanings all stuffs done by hands. 

 If you don't know, merry go round might not come from mary poppin's time, but from the viking time. Of course, no royal horses like in Cinderella. Merry-go-round was made of wood. And one person has to turn the crank to run the merry-go-round. 
 
The wine bar. I got the feeling I was in a local bar in Hogwarts (unfortunatelly forgot the name). I mean the one which sells hot meth (honeywine). Delicioso!! By chance I will try the Love Potion (Liebesgetränk) next time.
This is the vikings' bakery. In 3 ovens with 3 shelves each  they put doughs in.

Dienstag, 4. Dezember 2012

Hfff Another 3,0

Gila, terus aja koleksi nilai 3,0... *buang ke tong sampah aja ni studium #sigh*

Sonntag, 2. Dezember 2012

Shy

Heyyyyy why are you so shy...............
just want to get to know you better :)

Ask me to go out, text me more
about anything!! anything! as simple as that :)

Samstag, 24. November 2012

Kepada Yth. Bapak Marzuki Alie

saya membaca beberapa artikel yang dimuat di harian online Tempo beberapa hari yang lalu mengenai konflik antara PPI Berlin(Jerman) dan DPR RI menyangkut kunjungan studi banding ke lembaga DIN. Tanpa mengurangi rasa hormat saya kepada lembaga legislatif Republik Indonesia, saya ingin menyampaikan beberapa poin berikut.

"Marzuki Alie meragukan apa yang dilaporkan oleh PPI. Menurut dia, PPI seharusnya meminta penjelasan terlebih dahulu dari rombongan soal kunjungan kerja tersebut. Dia mengatakan, aksi PPI menguntit anggota DPR dan menolak berdiskusi seperti ini tidak mencerminkan sikap sebagai intelektual." (Sumber: http://www.tempo.co/read/news/2012/11/22/078443364/Marzuki-Alie-Mahasiswa-di-Jerman-Seperti-Maling)

1. Beberapa bulan yang lalu, kira-kira bulan April 2012, PPI Berlin/ PPI Jerman sudah menolak 'mentah-mentah' kedatangan DPR RI ke Jerman. Kali ini DPR RI datang ke tempat yang sama -menurut saya- dengan tidak belajar dari pengalaman yang lalu tentang kemungkinan diintai oleh mahasiswa. Persiapan anggota DPR yang datang studi banding lagi-lagi tidak matang dan menuai cemooh dari pihak mahasiswa Jerman. Di sini saya tidak ingin menyetujui tindakan anggota PPI yang mengintai bapak-bapak pejabat saat sedang beristirahat (baca: berbelanja). Saya menghargai privasi para anggota selama jam yang dipakai untuk berbelanja memang bukan jam kerja. Jika Bapak mengatakan cara kami tidak seperti mahasiswa intelek, silakan bapak pertimbangkan poin saya berikutnya.

"Kalau DPR tidak boleh studi banding ke luar negeri, kenapa mereka tidak belajar di Indonesia saja? Di Indonesia juga banyak universitas bagus, ilmunya juga lengkap," "Kenapa mereka juga tidak belajar dari Internet saja? Ngapain jauh-jauh keluar negeri? Ngabisin devisa negara saja," Sumber: http://www.tempo.co/read/news/2012/11/21/078443216/Studi-Banding-DPR-di-Jerman-Dinilai-Salah-Alamat

2. Dari kalimat Bapak, saya bisa memastikan, kalau Bapak bukan alumni Gontor. Menurut novel "Negeri 5 Menara" karangan Ahmad Fuadi, dijelaskan bahwa Islam bahkan menyarankan umatnya untuk merantau. Saya menilai ucapan bapak ini sangat tidak mencerminkan intelektualitas seorang pemimpin. Kami di sini belajar bukan hanya dari ilmu yang kami dapatkan di universitas, tetapi juga ilmu tentang kehidupan, yang kami dapatkan melalui pergaulan di dunia internasional. Kami banyak belajar bagaimana berkomunikasi dengan mahasiswa dari mancanegara. Banyak dari kami belajar di luar negeri dengan cita-cita kembali ke Indonesia, membangun Indonesia menjadi lebih baik, tapi saya dengan berat hati mengatakan ucapan bapak cukup mendemotivasi kami (termasuk saya). Selain sarana dan pra sarana dari pemerintah yang tidak memadai, dengan ucapan bapak barusan, tidak heran bahwa banyak ilmuwan cerdas Indonesia yang enggan kembali ke Indonesia dan justru memajukan negeri orang. Dengan begitu, tidak layak jika pemerintah mengkritik orang-orang cerdas Indonesia,mengapa tidak mau kembali ke tanah air.

3. Mengenai devisa negara, mungkin Bapak bisa memberikan definisi lebih jelas mengenai pemahaman bapak tentang devisa negara. Yang saya tangkap di sini, mungkin maksud bapak menghabiskan devisa negara karena uang dari orang tua kami yang melayang ke bank-bank internasional, bukan bank-bank nasional ya? Atau saya salah tangkap mungkin? Setau saya, kami belajar di sini tidak mendapatkan bantuan dari pemerintah Indonesia. Dana pendidikan justru datang dari pemerintah Jerman. 8000€ mereka keluarkan dari pajak masyarakat Jerman untuk membiayai 1 MAHASISWA selama 1 SEMESTER. Apakah saya hanya tidak melihat di mana andil Indonesia dalam hal ini? Pernyataan bapak di sini lagi-lagi sangat tidak intelek.

4. Kami di sini tidak belajar hanya dari internet. Tetapi internet di sini adalah sarana pendukung kami untuk belajar, mencari tahu apa yang belum pernah kami ketahui sebelumnya. Misalnya ketika saya tidak mengetahui apa yang dikerjakan lembaga DIN, maka sebaiknya saya mencari tahu dulu apa itu DIN melalui internet. Sisanya baru dilanjutkan dengan perdalaman ilmu melalui buku, bertanya kepada pihak yang tepat atau studi banding. Itu baru namanya belajar, Pak. Saya rasa di Indonesia banyak orang yang bisa berbahasa Jerman, mau dan bisa 'kan bapak bayar satu orang penerjemah?

5. Fakta bahwa anggota-anggota DPR yang dikirim tidak mampu berbahasa Inggris, sangat memalukan. Mungkin ada baiknya Indonesia menetapkan standar yang lebih tinggi untuk mencalonkan seseorang menjadi pemimpin.

6. Mahasiswa yang kritis adalah mahasiswa yang mempunyai potensi untuk berkembang dan mengembangkan sesuatu untuk lingkungan sekitarnya. Mahasiswa yang kritis adalah mereka belajar dari kebaikan dan kesalahan bapak/ibu perwakilan rakyat saat ini, untuk nantinya menjadi pemimpin rakyat yang lebih baik. Mahasiswa Indonesia tetaplah warga Indonesia, warga yang aspirasinya harus didengarkan oleh perwakilan rakyat. Kritik yang datang, seharusnya bisa menjadi bahan pembelajaran bagi anggota perwakilan rakyat, bukan justru dibalas dengan kritik yang tidak berkesudahan. Seorang pemimpin yang baik adalah seorang pemimpin yang suportif: mau menerima kritik dan tidak sungkan untuk meminta maaf ketika melakukan kesalahan, pemimpin yang berpikir dulu sebelum membuka mulutnya, apalagi di depan media massa.

Sekian poin-poin yang ingin sampaikan. Mudah-mudahan kunjungan DPR RI berikutnya lebih dapat mencerminkan intelektualitas bangsa Indonesia. Terima kasih atas perhatiannya.

Hormat saya,
Felicia Primadita

Dienstag, 20. November 2012

Are you worth enough?

Women and men usually make their standards of choosing their partner of life. Just be honest. I made it, too. But I felt slapped hard enough after reading Mario Teguh's wall:

ASIMH (Awas Status Ini Mengandung Humor):

Om, kapan aku boleh jatuh cinta? 
Berhati-hatilah, anak muda belum bisa membedakan cinta dan kesukaan yang akut. 

Kesukaan yang akut: 
Model handphone yang baru, sangat diinginkan, cepat dilupakan saat ada yang baru. 

Cinta: 
Tetap menggunakan telepon model lama. (Tapi mungkin itu masalah uang yang kurang – he he …) 

Om, kalo aku terlalu memilih pasangan, salah gak?
Ya, karena TERLALU memilih menjadikanmu TIDAK TERPILIH.

Orang yang terlalu memilih, membuat orang lain menjadi kritis tentang KEPANTASAN-NYA untuk DIPILIH.

Orang akan bilang:
Pilih-poloh-pilih-poloh, you sendiri pantas dipilih gak? Ora nyebut!

Aku maunya cewe yang cakep, pinter, kaya, Miss Mojokerto, anggun, dan penurut.
Hmm … dia mau nggak sama kamu?

Om Mario, kenapa ya? kalo orang cakep, pinter, sukses itu – rata-rata sombong?
Alhamdulillah … saya tidak.

Mario Teguh – Loving you all as always

Source: http://www.facebook.com/pages/Mario-Teguh/52472954880?fref=ts

Somehow, I come to one point of reflection. On my list I made, I wrote that my future husband must have a better level of education than mine. Well, I learned that from my last relationship. I just realized, it can't be that it comes just from my point of view, hä? I'm getting to know someone at the moment. Well, I knew that he got his diplom (eq. indonesian S2/Master) for long time I guessed, and I just knew that he's on his way to get his doctoral title (eq. indonesian S3). Then I get it why he suggested me to take master directly after finishing bachelor. Not only he, but also the others. 

I think, if I want to take him seriously, then it might be his standard of choosing women. Does it make sense for you? I mean, if I want a husband with at least one title higher than me, then it could also happen, that he wants also a wife that maximum one title lower. Right right right?

I'm picky, so I should also made out of myself that worth to be chosen.

Good luck with your love life, friends :)

Montag, 19. November 2012

Optimis

Tampaknya minggu ini akan menjadi minggu yang baik :)
(Tumben, minggu yang baik adalah minggu tanpa gitarrenkurs haha)

I'll try my best ;)