Posts mit dem Label nostalgila werden angezeigt. Alle Posts anzeigen
Posts mit dem Label nostalgila werden angezeigt. Alle Posts anzeigen

Samstag, 11. Januar 2014

Berani Keluar dari Zona Nyaman (lagi)?

Kangen juga nulis pake bahasa Indonesia. Belakangan ini gw jadi banyak merenung. Ada ketakutan-ketakutan yang belakangan hilang timbul yang membuat gw flashback, tapi gw (masih) ga bisa menemukan keberanian yang sama.

Gw flashback ke masa 4 tahun lalu. Sebelum gw berangkat ke Jerman. Kenapa akhirnya gw berani memutuskan untuk kuliah jauh bgt dari rumah. Kenapa, kenapa, kenapa? (dan gw ga inget). Sampe 4 tahun yang lalu, gw aktif bgt di gereja, terutama di misdinar. Buat gw, misdinar itu keluarga kedua gw. Di situ dulu gw bener-bener merasa nyaman. Dan kalo lw udah nyaman, pasti lw ga mau segala sesuatunya berubah kan? Kalo gw inget-inget, dulu ketua-ketua gw tiba2 pada sibuk kuliah, jauh2 (ok, definisi jauh: depok n bandung-bekasi, hehehe), yg udah pada kuliah, jd jarang punya waktu lg buat misdinar atau jarang mau sibuk lagi sm misdinar. Tiba-tiba, gw merasa sepiiiiiiiiiiiiiiiii sesepi-sepinya. Gw berpikir "apa mereka ga merasa ini nyaman, seperti gw merasa ini nyaman? kenapa mereka ga mau, keep things just like the old days?" Saat itu gw berpikir, "the world changed, they changed, if they don't wanna stay, then I should also be the part of the change and nobody can stop me". Dari situ, I made myself new record of the definition of "far".

Sekarang gw lg di fase yang sama (lagi). Waktu gw lg ngerjain skripsi gw di labor, gw pengeeenn banget bisa kerja di labor itu lagi kalo gw udah selese. I find the people so warm hearted. I looked at each, just like how they are. Dengan personality mereka masing-masing, gw menganggap, satu labor gw itu sebagai satu paket. Jadi kalo ada yg kluar itu, kayak paket yang kurang, paket yang bolong. Nah jadi ceritanya, di labor gw ini lagi banyak pergantian personal. Okelah, student hampir setiap semester ada yg masuk ada yg kluar. Tapi ini mitarbeiternya (pegawainya) cing! Mulai dari partner dansa gw, temen baiknya, temen gw yg selalu bantuin gw, bentar lg temen seband gw. (semoga ga lebih banyak lg). Gw jadi bingung rasanya mau kerja di tempat ini apa ga. Emang sih sementara jadi lg banyak lowongan kosong walaupun belum ada proyek (which means ga ada kerjaan), tapi kalo sabar, pasti ada chancenya kerja di situ karena itungannya bukan orang baru. Di sisi lain, rasanya ada yg aneh, seolah-olah nempatin tempat orang yang lw pernah sayangin. Ya ga sih? Dari sini gw mulai berpikir lagi "will I also be the part of change? Pergi jauh lagi"

Sempet deh kepikiran buat melancong lagi, mgkn ke Belgia, Dublin, US. Iya banget. Rasanya gampang bgt waktu itu ngayalnya ya. Band gw, huh dulu sih bodo amat. Waktu itu pikiran gw, ya smpe konser pertama aja paling jadi tamu (feature of the band gitu lah). Sampe pada suatu malam, gw dapet SMS dari drummer band gw, 11 hari sebelum ultah gw. Dia bilang begini, "Gw pgn bilang ini sebelum terlambat, ....  Sejak kita bareng di band, kita sadar, kalau kita terikat secara emosional. Dlm bahasa Jerman istilahnya 'eine Bande' (sebuah ikatan) kepada sesuatu yang ga bisa dipisahkan. Cuma beda sedikit sm bahasa Inggris, tapi maknanya jauh lebih dalam. Stay with us, krn kamu bagian dari ikatan itu". Gw terenyuh. Sejak itu gw bener-bener jatuh cinta sama band gw. Gw bener2 merasakan, ini ikatan batin kita emang kuat ya. Sampe beberapa hari sebelum gw berlibur ke Indo, anggota band gw (yg paling tua) memutuskan keluar dari band, sampai waktu yg tidak bisa ditentukan. Alasannya masalah pekerjaan yg terlalu padat (di FH). Untungnya, band gw tidak bernasib seperti band gw yg satunya lagi, yg skrg bisa dibilang bubar jalan. Kita berusaha mengisi kekosongan. Coba sana coba sini. Dan sejauh ini, gw blm pernah ada di band yg seperti ini. Ikatan kita jadi semakin kuat. Dan gw ga mau menjadi orang selanjutnya yg mesti meninggalkan band yg sedang berusaha bangkit lg ini (itu namanya bikin repot).

Sejak itu, ini jadi kekhawatiran dan ketakutan terbesar gw. Gw cuma berpikir gimana caranya buat bisa dapet kerja atau master, yang penting gw bisa at least 2 minggu sekali pendeln ke Jülich (syukur-syukur tiap minggu)supaya gw ttp bisa main di band ini. Hari-hari gw jadi makin galau, mengingat gw cuma dapet rejection doang dan master pilihannya (tetep) jauh dari Jülich (yang gw pengen). Gw cm ga mau kuliah di Jülich, krn gw ga mau belajar itu lagi itu lagi. Tapi pilihannya jauh2 bgt.. Kalo ke Oldenburg, pendeln udah pasti ga murah dan lama bgt perjalanannya. Berapa lama gw akan bertahan pendeln ky gtu..

Gw berharap somehow, gw bisa mendapat kekuatan yang dulu gw punya waktu gw di Sanur. Bangun jam 4, berangkat sekolah jam 5, smpe rumah bisa jam 18 atau 19 (terutama pas kelas XII, bisa tiap hari kyna gini). Plus kalo pun emang harus pergi, gw bisa punya keberanian yang sama ky waktu dulu gw cabs ke Jerman.

Oh gees, gw bener-bener ga tau gimana harus memutuskan. Gw hanya berharap pada mukjizat......

Freitag, 6. Juli 2012

(Little) Sister :)

Kanya Pratita Wanaditya.
I met her in 2006 when we joined PSUMB as junior for the first time. She was actually citizen of Bekasi, but unfortunatelly she moved to Jakarta (gak gaul :P)

My first impression is: she is too small and too cute for being a junior high student. haha.
Even I can't believe that in 2009 she was a senior high student!! Her face still looked like a 8 year-old-girl.
But I like her, she is just like a little sister for me. The fact is we went to the same primary school, we got even the same teacher when we were in the 5th grade! We went to the same high school. She was also in X-5 and XI-IPA-3. Sudah kujampi-jampi emang. hahaha.

We got closer and closer, especially after I was moved to Pit Percussion :) I had a great moment with you in PSUMB, Nya :D She's younger but she plays better than me. I learned lot of things from her. 

You know what? I went home last year, and I just didn't believe it. She's growing up (just a bit from the height hahaha) : she was 17, the instrument coordinator of pit-percussion, falling in love,  is maturer than before, she wears often skirts and high heels! But she still looked like 10!

Now, she is 18. Has just graduated from high school. Has been accepted in University of Indonesia, Department of Architecture! Damn, Sis, you're not little anymore :P 
So proud of you, Kanya :* You rock! Go run get your dream. I miss you :* :* :*

<--- Kanya at the graduation party. Her high heels is higher than mine! I can't even wear the one higher than 3 cm. (dita, go to hell). She is pretty, isn't she? :)

Sonntag, 22. Mai 2011

Kau - Dua



Lelahku mencari penggantimu... penggantimu...
Tetap kan kembali kepadamu... kepadamu...
Mungkin ini pertanda engkaulah cintaku... cintaku...

Kau...
Tiada yang lain yang pantas untukku
Yang seharusnya ku cinta
Bolehkah lagi kuminta hatimu
Kembali seperti dulu

Bayangmu selalu menggelapkan dihatiku
Hingga ku tak mungkin mengganti yang lain selain diriku
Mungkin ini pertanda seharusnya cintaku... cintaku...

Kau...
Tiada yang lain yang pantas untukku
Yang seharusnya ku cinta
Bolehkah lagi kuminta hatimu
Kembali seperti dulu

Kuingin kau slalu yang jadi milikku ooh...
this song was funnily dedicated to my first love, Leonardus David Karunia. He wasn't my boyfriend, but I was totally falling in love with him for one year. He is so perfect, so mature and wise, intelligent and good catholic. I learned to accept that he can't be mine, as he has been five years in relationship with his girlfriend, but he is still amazing figure for me :) it's just funny relistening this song, reminding me the time being mellow together with my junior high school best friend Rafliska Septarina, though sometimes we didn't know to whom this song should be dedicated ;P