Posts mit dem Label nikah werden angezeigt. Alle Posts anzeigen
Posts mit dem Label nikah werden angezeigt. Alle Posts anzeigen

Dienstag, 3. Juni 2014

Es gibt immer einen Grund zu feiern

Die Woche kann doch gut beginnen, auch wenn es mit Montag anfangen muss ;) Gefühlt ist am Teil des Tages wie Sonntag, haha, na klar, wenn mein Freund auch da ist und ich dann bis heute Mittag noch in Floßdorf war.

Uhja, wie gesagt, es gibt Grund zu feier. Diesmal gibt's 3 sogar:
1. Mein Freund hat Geburtstag. Jeheey!
2. Wir sind seit 8 Wochen zusammen :))
3. Seit gestern ist Dedet (meine Cousine) verlobt. Hoaa! (ich will nach Hause!!)

Frag nicht, warum ich dann so froh bin, wenn jemand verlobt ist oder frisch verheiratet ist. Ich freue mich nur für sie/ihn mit :)) Und Dedet ist ja meine einzige ältere Cousine :)

Donnerstag, 9. Mai 2013

Marriage

I think I'm gonna make time again sharing something that suddenly popped out of my mind. This came out actually from the conversation between me and Ega. Both of us have usually different mind but the funny thing that we can just share it with each other even we were on the street. Well, we talked in Indonesian, so basically almost nobody understood us, but this time I would like to share it in English, so everybody would be able to read und understand.

When we come to the topic "Marriage" is just a huge huge thing to be discuss without end. Single women (including me) are worried about marriage. It's something that essential though theoretical as long as one is not yet married.

Personally, I'm grateful to be born in a catholic family. And one of the reason I have been kept on this religion is the gospel "Therefore what God has joined together, let not man separate". I believe basically every religion doesn't expect or allow a divorce, right? But maybe (again, this is subjective) Catholic has the most complicated procedure for those who are wishing to get divorce.

I have the principle that marriage is one in a lifetime. Some people say, it's allowed to get divorce in case of betrayal or affair or anything else. When I and Ega came up to discuss this, it was going to be hard, because Ega is for and I'm against. Well, again, this is theoretical, we haven't been in a marriage, but we both just learned from our parents and from what life has showed us.

We learned that marriage life is something private. You're not anymore two, but one. It's basically like how you behave even in normal life. It's like if you can smile through the whole day so that everyone thinks that you're fine but you're actually not. Marriage is about solving problem between you, trusting and being trustable and faithful. If you've ever had a long happy marriage, there's no reason for the other people to know that you're having problems with your husband/wife.

Marriage is once in a lifetime, is about being together til death tears you apart.

Nothing is easy and smoothing going on in this world. So does marriage. Get divorce easily like the celebrities did, is totally a kind of "giving up" or "escaping from difficulties" Man, there's nothing easy in this world. People are learning from life itself. Youth are being mature, from how they handle with problems and not escaping from reality.

Like you try to make a good impression of yourself in front of people, I think, that's also valid for marriage life. Give people a good impression of you as a pair and don't tell them about your badness or weakness.
Because you're not anymore two, but one. People will see you as one also. So, if you tell them your husband's /wife's badness or weakness, you are telling them your badness.

I believe that getting married is just like another step of life. It's beautiful if you can see, realize and be grateful for that :)

Donnerstag, 12. April 2012

Ostersonntag & Ostermontag

Saya ga tau gimana menerjemahkan kata Ostermontag dalam bahasa Indonesia. Yang pasti Ostermontag itu hari senin setelah Minggu Paskah. Di Jerman, umat Kristiani masih merayakan itu walaupun tidak semua orang pergi ke gereja. (Tepatnya saya juga ga ngerti apa yang mereka rayakan saat Ostermontag hehe). Oke, dalam posting kali ini, saya mau membahas tentang khotbah dan bacaan pada hari Minggu Paskah dan Ostermontag ini. (Gila Dita, jarang2 dengerin khotbah romo hahahaha)

Minggu Paskah. 
Yang memberikan khotbah adalah Pastor Ignatius Tari, SVD (mudah2an bener tulisannya). Beliau bercerita tentang perjalanan terbaik. Raja membuat jalan dengan sayembara "siapa yang dapat melakukan perjalanan terbaik, berhak menggantikannya menjadi raja". Banyak orang melewati jalan tersebut berharap akan melewati jalan terbaik karena jalan itu dibuat raja. Namun yang terjadi adalah sebaliknya, yang dijumpai adalah jalan yang kotor, tidak terawat, penuh sampah, sehingga sepanjang perjalanan mereka penuh gerutu. Sesampainya di kerajaan mereka menyampaikan keluh kesah mereka kepada raja dengan mengatakan bahwa perjalanan itu bukan perjalanan terbaik melainkan perjalanan terburuk. Orang terakhir yang sampai di  kerajaan ditanya juga oleh raja yang sudah pesimis dengan jawabannya. "Apakah kamu mendapatkan perjalanan terbaik?" Orang itu menjawab: "Ya, Raja. Betul bahwa jalan itu begitu kotor, bau, penuh sampah berserakan. Lalu saya tergerak untuk membersihkan jalan tersebut supaya tampak baik. Ketika saya merapihkan jalan tersebut, saya menemukan emas-emas ini lalu saya kumpulkan. Ini untuk baginda raja. Saya pikir ini pasti cukup untuk menghidupi kerajaan selama bertahun-tahun". Raja terkesima dengan orang ini dan akhirnya raja mengangkat orang ini menjadi raja. End. Dari cerita ini, sudah jelaskan kesimpulannya? :) Tuhan memang menyiapkan untuk kita jalan yang terbaik. Namun bukan berarti bahwa Tuhan menyiapkannya hanya untuk kita nikmati. Memang dengan begitu manusia MUNGKIN akan bersyukur atas karya penciptaanNya. Tapi bukan itu yang Tuhan mau. Tuhan ingin supaya manusia juga berusaha. Dengan berusaha, terbukalah jalan indah ini. Kalau kata Romo, ini adalah tantangan kita umat kristiani untuk melakukan perjalanan terbaik kita atas dasar iman dan bukan semata-mata atas dasar kemanusiaan. *jleb bingung ga ngerti bedainnya* Ini adalah tantangan kita umat Kristiani untuk menemukan apa yang disembunyikan oleh Allah, dengan begitu akan lebih besarlah rasa syukur kita kepadaNya. Contoh kecil nih, ketika kamu dikasih uang jajan sama mama papa, pasti kamu akan berterima kasih. Ketika kamu mendapatkan uang jajan dari hasil jualan misalnya, rasanya lebih senang kan? Kalau doa, hal pertama suka lupa diucapin didoa, karena itu sudah BIASA. Tapi biasanya yg kedua, disebut kan? :)


Ostermontag.
Bacaan hari ini adalah tentang dua orang Yerusalem yang melakukan perjalanan ke Emaus setelah wafat Yesus. Di tengah perjalanan, Yesus hadir di antara mereka dan bercakap-cakap dengan mereka. Namun mereka tidak menyadari bahwa orang ini adalah Yesus. FYI, bacaan ini adalah bacaan Injil ketika orangtua saya menikah. Sedikit banyak saya cukup tersentuh dengan bacaan ini. Seketika saya langsung ingat cerita papa dan mama mengapa bacaan ini yang dipilihkan Alm.Romo Kurris SJ untuk hari pernikahan mereka. Papa dan mama saya sudah saling kenal semenjak SMA. Mereka bergabung dalam koor di Paroki Blok B,namanya Cavido. Papa dan mama saya kalau tidak salah termasuk pendiri-pendirinya (atau angkatan pertama). Dari situ mereka kenalan, jalan bareng, tunangan, LDR 3 tahun, lalu menikah setelah 9 tahun mulai jalan brg. Romo Kurris mengibaratkan papa dan mama saya ini sebagai dua murid yang pergi ke Emaus. Tanpa sadar Yesus hadir di tengah-tengah mereka, mengajak Yesus tinggal bersama mereka, dan saat itu lah berkat turun atas mereka, walaupun Yesus physically 'ngilang' tapi dua murid ini justru semakin percaya. Harapannya papa dan mama setelah itu membangun keluarga yang juga berlandaskan iman akan Yesus. Sweet ya? :)

Mittwoch, 21. September 2011

Obrolan yang *lama-lama* melelahkan

Saya ga tau mau nulis darimana. hehe.. jadi hari ini saya seperti biasa kabur ke Linnich. ketemu Opa dan Oma saya. kita seperti biasa ngobrol. Hari ini, seperti juga minggu lalu, Ega ikut sm saya.

Sepertinya minggu ini saya tidak sedang mood untuk ngobrol. Dimulai karena saya pengen cerita soal mimpi saya, tapi ga tau mau cerita sm siapa. Buat saya penting rasanya cerita, ke satu orang aja. tapi saya takut cerita saya dianggap sampah. Mungkin lebih enak cerita di blog ya..

Mimpi kemarin tuh aneh. Dengan latar belakang di Jerman, mungkin di Duisburg. Papi, Mami, Mbah, Om -tante, semua lengkap di sana.. Kita tau hari itu akan kiamat *versi saya* karena restoran Padang itu akan rubuh, ntah siapa yg bisa ngrubuhin itu dr dalam. Keluarga saya entah pembela apa, bukannya menghindari reruntuhan, malah 'membela' si restoran padang sederhana yg mau dirobohin itu dengan duduk di halaman parkir di depan resto. cari mati emang. mungkin ini yang disebut mati jihad atau apalah itu.

robohan pertama sudah jatuh. Ayah saya kena timpa di bagian kepalanya, mama juga sedikit. Tapi kelihatannya tidak ada cedera dari keduanya. Bukannya mundur, ayah berkata "kita harus tunggu di sini!". Lalu saya berkata pada ayah, "waduh, tapi mami temenin aku pipis dulu ya" eaaaa. kebetulan di deket resto padang itu ada WC darurat, dengan santainya saya buang air kecil dan mama nunggu di depan. *untung ga ngompol* trus kita berdua balik. Papa masih dengan posisi siap mati ala martir di depan resto padang.

tiba2 di antara kerumunan keluarga gw yg aneh itu, ada seseorang lg jongkok2. saya kenal dia. saya pun duduk di situ. dia itu si sendy. ga tau gimana ceritanya dia bisa smpe duisburg!! *super terharu*

nah inilah part yg saya ga brani cerita:
saya tau hari itu kiamat. dan mungkin orang terakhir yang ingin saya lihat sblm kiamat itu si sendy. saya peluk dia. lama.. terus saya kabur dari rombongan orang2 itu, malah jalan2 sm dia *sekali lagi sebelum dunia kiamat*. kali itu kami saling bergandengan tangan. seneng banget rasanya. lebih gila lagi, sepertinya saya bisa merasakan tekstur tangannya yang kasar karena banyak kerja. terlalu nyata rasanya. kita jalan2 ke Landesmuseum *hadoh2* trus ketemu Meli SMP ckckck. Di jalan kita crita2 gtu, kok dia bisa smpe di Jerman. Katanya dia lg backpackingan sm temen2 SMAnya, ada irma, Lois, dan entah siapa lg.. Ktnya mereka abis ketemuan sm Anastasia Astrid n Carel. Yah ampun! Saya sempet ngomel lho kenapa saya disamperin terakhir. haha. tapi sayangnya abis itu saya dipanggil lagi disuru duduk di depan resto padang. kali ini dia ikut.

Sayangnya abis itu saya dibangunin oleh telpon dr bos! aaarrrggghh..
Yah pokoknya bgtulah. Saya takut cerita, kl ga ke nyokap. Alasannya sederhana aja: saya takut saya saja yg kangen, dia nggak :( dan mungkin dia emang ga kangen :'((

Yaya oke sekarang sedikit lega deh. oke balik lg ke Opa n Oma.

Hari ini pembicaraan lagi2 nyasar ke pacaran dan cari suami. Dita udah gakpapa lho, Opa, yaampun.Bener2 lg berusaha ikhlas, khlas, khlas. Saya yakin dengan pepatah "ada laki-laki baik untuk wanita yang baik". Kali ini prinsip saya ditentang habis-habisan sama Opa dan Ega *ah ikut2 nimbrung aja :p* Saya cuma ingin kenal calon suami saya dengan lebih baik, yah mungkin 5 tahun lah. Tujuannya simpel: saya tidak mau beli kucing dalam karung.. Papa mama aja pacaran 9 tahun, dan hubungan mereka bukan hubungan bebas masalah ya. Saya hanya merasa, 1 tahun pacaran itu kurang banget. Apalagi kalo dpt LDR lagi (jerman-jerman atau indo-jerman). Itu mah setelah pulang habis barulah bisa kenalan sm temen2nya, sm kluarganya. Dan untuk merasa klop, saya rasa bagian LDR itu jadi sama skali ga bisa dihitung masa pacaran ya. Kalau Opa dan Oma bisa bertahan 50 th hanya setelah 1 tahun kenalan, mereka sangat beruntung :) tapi sekali lagi, prinsip kayaknya tidak perlu didebat. Toh prinsip saya tidak merugikan siapa2, setidaknya untuk sekarang ini. Saya tetap pd prinsip saya.

Udah dulu deh, capek ini td pulang kamar udah kebanjiran lg gr2 air mampet T.T